Teman Kuliah Seksi Yang Suka Hisap Batang Kemaluan

Cerita Bokep Dewasa Setelah Sebelumnya ada Cerita Nikmatnya Bersetubuh Dengan Tante Rani Hot dan Sange Kini Bahancoli mempersembahkan sebuah bahan cerita yang berjudul “Teman Kuliah Seksi Yang Suka Hisap Batang Kemaluan” Kisah ini asli dialami langsung dari sang penulis. Selamat Membaca dan menikmati bahan coli yang bisa meningkatkan libido ngentot anda dan pastinya anda bakal coli terus… Ayok Pasukan coli Serbuuu

Aku punya kenalan anak fakultas sastra, namanya Dewi. Anaknya cantik, kulitnya putih bersih dan mulus, maklum anak keturunan negeri seberang. Suatu waktu, aku jemput Dewi dari kuliahnya untuk pulang. Sesampainya di rumah Dewi di bilangan Cempaka, dia mengajak aku masuk karena katanya rumahnya kosong sampai besok siang.

Teman Kuliah Seksi Yang Suka Hisap Batang Kemaluan

Teman Kuliah Seksi Yang Suka Hisap Batang Kemaluan – Aku pun masuk dan duduk di sofa ruang tamunya. Setelah menutup pintu depan, dia masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan ganti baju. Tidak lama kemudian dia datang dengan baju kaos dan rok pendek sambil membawa dua minuman dan duduk di samping aku.

Busyet, aku bisa mencium harum tubuhnya dengan jelas. Dan terus terang tiba-tiba aku terangsang dan mulai membayangkan keindahan tubuh Dewi bila tanpa busana. Secara tidak sadar, aku menatap tubuh segarnya dan membuat Dewi bingung. Bahan coli

“Kenapa sih Ko?”, tanyanya. Aku cepat-cepat sadar dari lamunan erotisku.
“Ngga…, lu kelihatan laen dari biasanya”.
“Lain apanya Ko…?”, sambil menumpangkan salah satu kakinya ke kaki satunya.
Busyet, pahanya putih sekali. Birahiku pun tambah terangkat. Pikiran erotis aku mulai bergelora lagi, menghayalkan seandainya aku bisa meraba-raba kemulusan pahanya.
“Heh..!”, katanya sambil tertawa dan menepuk bahuku, “Ngeliat apaan hayo, ngeres deh lo!”.

Aku cuma bisa tersenyum,
“wi, panas ya di sini?”, sambil aku mengambil saputangan di kantong celana.
“Iya yah, lo udah mulai keringetan begini”.
Tiba-tiba saja dia mengelap keringat di dahiku memakai tisunya.

Dalam keadaan berdekatan seperti ini, aku punya inisiatif untuk memeluk dan menciumnya. Dan benar deh, Dewi sudah berada dalam pelukanku, dan bibirnya sudah dalam lumatan bibirku. Dia sama sekali tidak berontak dan mulai memejamkan matanya menikmati percumbuan ini. Tangannya perlahan berganti posisi memeluk leherku.

Tanganku yang tadi memegang pinggulnya, turun perlahan ke pangkal pahanya dan akhirnya aku berhasil merasakan betapa mulus dan lembutnya paha Dewi. Aku meraba naik turun sambil sedikit meremasnya. Rasanya agak bangga juga aku mulai bisa menyentuh bagian tubuhnya yang agak sensitif. Sedang bibir kami masih saling berpagutan mesra dalam keadaan mata masih terpejam. Lama-lama aku merasa kurang lengkap kalau hanya meraba bagian pahanya saja.

Tanganku mulai naik lagi. Sekarang aku ingin sekali untuk menikmati buah dadanya. Pikiranku  sudah melayang jauh. Pelan tapi pasti aku mengangkat baju kaosnya untuk aku buka. Dia tidak menolak, dan setelah aku buka bajunya, kelihatanlah buah dadanya yang masih terbungkus rapi oleh BH-nya.

Aku lumat lagi bibirnya sambil aku bawa tanganku ke belakang tubuhnya. Memeluk…, dan akhirnya aku mencari kancing pengait BH-nya untuk saya lepas. Tidak berapa lama kemudian terlepaslah BH pembungkus buah dadanya.

Dan mulailah tersembul keindahan buah dadanya yang putih dengan puting kecoklatan di atasnya. Akh, benar-benar merupakan tempat untuk berwisata yang paling indah dengan pemandangan yang menakjubkan di seantero jagat. Aku tambah gregetan melihat indahnya buah dada Dewi yang terawat rapi selama ini.

Akhirnya aku mulai meraba dan meremas-remas salah satu buah dadanya dan kembali aku lumat bibir mungilnya. Terdengar nafas Dewi mulai tidak teratur. Kadang Dewi menghembuskan nafas dari hidungnya cepat hingga terdengar seperti orang sedang mendesah. Dewi membiarkan aku menikmati tubuhnya. Birahinya sudah hampir tidak tertahankan.

Saat aku rebahkan tubuhnya di sofa dan mulutku siap melumat puting susunya, Dewi menolakku sambil mengatakan, “Ko, jangan di sini…, di kamar saya aja!”, ajaknya dan kemudian bangun, mengambil baju kaos dan BH-nya di lantai dan berjalan menuju kamar tidurnya. Aku mengikutinya dari belakang sambil membuka bajuku sendiri dan melepas kancing celana aku.

Begitu pintu ditutup dan dikunci, aku langsung memeluk Dewi yang sudah telnjang dada dan kembali melumat bibir mungilnya lalu meraba-raba tubuhnya sambil bersandar di tembok kamarnya. Lama-lama cumbuan aku mulai beralih ke lehernya yang jenjang dan menggelitik belakang telinganya. Dewi mulai mendesah pertanda birahinya semakin menjadi-jadi.

Saking gemesnya aku sama tubuh Dewi, tidak lama tanganku turun dan mulai meraba dan meremas bongkahan pantatnya yang begitu montoknya. Dewi mulai mengerang geli. Terlebih ketika aku lebih menurunkan cumbuan aku ke daerah dadanya, dan menuju puncak bukit kembar yang menggelantung di dada Dewi.

Dalam posisi agak jongkok dan tangan aku memegang pinggulnya, aku mulai menggerogoti puting susu Dewi satu persatu yang membuat Dewi kadang menggelinjang geli, dan sesekali melenguh geli. aku jilat, gigit, kulum dan aku hisap puting susu Dewi, hingga Dewi mulai lemas. Tangannya yang bertumpu pada dinding kamar mulai mengendor.

Perlahan tangan aku meraba kedua pahanya lagi dan rabaan mulai naik menuju pangkal pahanya. Dan aku mengaitkan beberapa jariku di celana dalamnya dan, “Srreet!”, Lepas sudah celana dalam Dewi. aku raba pantatnya, begitu mulus dan kenyal, sekenyal buah dadanya.

Dan saat rabaan aku yang berikutnya hampir mencapai daerah selangkangannya…, tiba-tiba, “Ko, di tempat tidur aja yuk..! aku capek berdiri nih”. Sebelum membalikkan badannya, Dewi memelorotkan rok mininya di hadapanku dan tersenyum manis memandang ke arahku. Wow, senyum itu…, membuatku kepingin cepat-cepat menggumulinya. Apalagi Dewi tersenyum dalam keadaan tanpa busana.

Dewi mendekatiku, dan tangannya dengan lincah melepas celana panjang dan celana dalamku hingga kini bukan hanya dia saja yang bugil di kamarnya. Penisku yang tegang mengeras menandakan bahwa aku sudah siap tempur kapan saja. Tinggal menunggu lampu hijau menyala.

Lalu Dewi mengambil tanganku, menggandeng dan menarik aku ke ranjangnya. Sesampainya di pinggir ranjang, Dewi berbalik dan mengisyaratkan agar aku tetap berdiri dan kemudian Dewi duduk di sisi ranjangnya.

Oh, Dewi nyepong penisku dengan rakusnya. Gila, lalu dia dengan ganasnya pula menggigit halus, menjilat dan nyepong penisku tanpa ada jeda sedikitpun. Kepalanya maju mundur nyepong kemaluanku hingga terlihat jelas betapa kempot pipinya.

Cerita Seks Dewasa – Aku berusaha mati-matian menahan ejakulasi yang aku rasakan agar aku bisa mengimbangi permainannya. Kadang aku meringis nikmat saat Dewi mengeluarkan beberapa jurus pamungkasnya dalam nyepong kemaluanku. Wow, betapa nikmatnya hingga menyentuh sumsum.

Sudah 15 menit Dewi nyepong penisku, lalu dia melepas mulutnya dari penisku dan merebahkan tubuhnya telentang di atas ranjang. aku mengerti maksud Dewi ini. Dia minta gantian aku yang aktif. Segera aku tindih tubuhnya dan mulai berciuman lagi untuk beberapa lamanya, dan aku mulai mengalihkan cumbuan ke buah dadanya lagi, kemudian aku turun lagi mencari sesuatu yang baru di daerah selangkangannya.

Dewi mengerti maksudku. Dia segera membuka dan mengangkangkan kedua pahanya lebar-lebar, membiarkan aku membenamkan mukaku di sekitar bibir memeknya. Kedua tanganku lingkarkan di kedua pahanya dan membuka bibir memeknya yang sudah memerah dan basah itu.

Oh, rupanya sewaktu dia mandi sudah dibersihkan dan disabun dengan baik sehingga bau memeknya harum. Ditambah menurut pengakuannya, bahwa dia tadi meminum ramuan pengharum memek. Tanpa buang waktu lagi, aku menjulurkan lidah untuk menjilati bibir memeknya dan clitorisnya yang tegang menonjol.

Wow, Dewi menggelinjang hebat. Tubuhnya bergetar hebat. Desahannya mulai seru. Matanya terpejam merasakan geli dan nikmatnya tarian lidah aku di liang sanggamanya. Kadang pula Dewi melenguh, merintih, bahkan berteriak kecil menikmati gelitik lidahku.

Terlebih ketika aku julurkan lidah aku lebih dalam masuk ke liang memeknya sambil menggeser-geser ke clitorisnya. Dan bibir saya melumat bibir memeknya seperti orang sedang berciuman. Memeknya mulai berdenyut hebat, hidungnya mulai kembang kempis,dan akhirnya…

“Ko…, ohh…, Ko…, udahh…, entot aku Ko!”, Dewi mulai memohon kepada aku untuk segera Menusuk Memeknya. Aku bangun dari daerah selangkangannya dan mulai mengatur posisi di atas tubuhnya dan menindihnya sambil memasukkan batang kemaluan aku ke dalam lorong memeknya perlahan. Pascol

Dan akhirnya aku genjot memek Dewi yang masih perawan itu secara perlahan dan jantan. Masih sempit, tapi remasan liangnya membuat aku makin penasaran dan ketagihan. Akhirnya aku sampai pada posisi paling dalam, lalu perlahan aku tarik lagi. Pelan, dan lama-kelamaan aku percepat gerakan tersebut. Kemudian posisi demi posisi aku coba dengan dukungan Dewi.

Teman Kuliah Seksi Yang Suka Hisap Batang Kemaluan – Aku sudah tidak sadar berada di mana. Yang aku tahu semuanya sangat indah. Rasanya aku seperti melayang terbang tinggi bersama Dewi. Yang aku tahu, terakhir kali tubuh aku dan tubuh Dewi mengejang hebat. Keringat membasahi tubuh aku dan tubuhnya.
Nafas kami sudah saling memburu. Aku merasakan ada sesuatu yang muncrat banyak sekali dari batang kemaluan aku sewaktu barang aku masih di dalam kehangatan liang sanggama Dewi. Setelah itu aku tidak tahu apa lagi.

Sebelum aku tertidur aku sempat melihat jam. Alamak!, dua setengah jam. Waktu aku sadar besoknya, Dewi masih tertidur pulas di samping aku, masih tanpa busana dengan tubuh masih seindah sebelum aku bersenggama dengannya. Sambil memandanginya, dalam hatiaku berkata, “Akhirnya aku bisa juga ngelampiasin nafsu yang aku pendam selama ini”.

Thank’s banget wi…, kalo nggak ada lo, aku kagak tau deh ke mana aku bawa nafsu aku ini”, aku kecup keningnya,lalu aku segera berpakaian dan siap pergi dari rumah Dewi setelah aku lihat jam di mejanya, mengingatkan aku bahwa sebentar lagi keluarganya segera datang. Aku kagak mau konyol kepergok lagi bugil berduaan bersama dengannya. Apalagi masih ada noda darah perawan di sprei tempat tidurnya.

Aku bangunkan dia dan berkata bahwa lain kali sebaiknya kita main di villa aku, di Bogor, dengan alasan lebih aman dan bebas.

Berikut Cerita Seks Teman Kuliah Seksi Yang Suka Hisap Batang Kemaluan semoga dengan membaca kisah ini bisa membuat anda semakin Joss dalam berhubungan terima kasih sudah mengunjungi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *